Vaditto Luthfan Just another Blog Civitas UPI site

March 25, 2015

Menguji Komponen Elektronika Menggunakan Multimeter

Filed under: Kuliah — vaditto @ 12:54 pm

Multimeter atau Avometer adalah Alat ukur Listrik yang memungkinkan kita untuk mengukur besarnya Besaran listrik yang ada pada suatu rangkaian baik itu Tegangan, Arus, maupun Nilai Hambatan/Tahanan. AVOmeter adalah singkatan dari Ampere Volt Ohm Meter, jadi hanya terdapat 3 komponen yang bisa diukur dengan AVOmeter sedangkan Multimeter , dikatakan multi sebab memiliki banyak besaran yang bisa di ukur, misalnya Ampere, Volt, Ohm, Frekuensi, Konektivitas Rangkaian (putus ato tidak), Nilai Kapasitif, dan lain sebagainya. Terdapat 2 (dua) jenis Multimeter yaitu Analog dan Digital, yang Digital sangat mudah pembacaannya disebabkan karena Multimeter digital telah menggunakan angka digital sehingga begitu melakukan pengukuran Listrik, Nilai yang diinginkan dapat langsung terbaca asalkan sesuai atau Benar cara pemasangan alat ukurnya.

 

Bagian Multimeter:

a. Display

b. Saklar Selektor

c. Probe

 

Cara menguji dioda menggunakan multimeter:

1. Posisikan Switch multimeter pada skala 1X

2.  tempelkan stik + / kabel merah Avo Meter pada kaki katoda dan tempelkan juga stik –

3. kabel hitam Avo Meter pada kaki anoda jika pada jarum penunjuk Avo Meter bergerak dan menunjukan ohm tertentu

 

Cara menguji Transistor menggunakan multimeter:

1. Masukkan kabel penyidik (probes) warna merah ke lubang kabel penyidik yang bertanda positip (+), kabel penyidik (probes) warna hitam ke lubang kabel penyidik yang bertanda negatip (-).

2. Batas ukur (range) pada posisi x1, x10, atau kΩ sesuai kebutuhan

3. Untuk transistor tipe PNP : letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) diletakkan pada kaki Emitor.

4. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 16,5Ω), artinya : Dioda Basis-Emitor masih baik, transistor masih dapat digunakan.

5. Untuk transistor tipe NPN : letakkan ujung kabel penyidik (probes) warna hitam (-) pada kaki Basis, ujung kabel penyidik (probes) warna merah (+) diletakkan pada kaki Emitor.

6. Jarum pada papan skala bergerak ke kanan menunjuk angka (misalnya 21Ω), artinya : Dioda Emitor-Basis masih baik, transistor masih dapat digunakan

 

Menguji Kapasitor menggunakan multimeter:

1. Putar saklar multimeter pada posisi R (R x 1) atau sesuai dengan yang kita mau.

2. Kabel yang hitam ditempelkan pada kaki (+) dan kabel yang merah ditempelkan pada kaki (-) kapasitor / kondensator elektrolit

3. Bila jarum multimeter itu bergerak ke kanan dan kembali ke kiri (seperti semula) berarti kapasitor / kondensator baik

 

Menguji Resistor menggunakan multimeter:

1. Putarlah saklar pada posisi R x 1, R x 10, atau R x 1K, tergantung perkiraan berapa besar tahanan yang akan kita ukur.

2. Tancapkanlah kabel merah (+) pada lubang (+) dan kabel hitam (-) pada (-).

3. Atur jarum sampai mencapai angka nol Ohm. Sedangkan yang dibuat menyetel adalah pengatur nol Ohm.

4. Setelah mencapai titik nol Ohm barulah pencolok itu kita lepaskan. Maka dengan demikian jarum skala akan kembali ke kiri

5. tempelkan masing-masing pencolok pada kaki resistor

6. Apabila jarum bergerak maka hal ini akan menandakan resistor dalam keadaan baik dan bisa digunakan

March 10, 2015

Rangkaian Elektronika

Filed under: Kuliah — vaditto @ 1:43 pm

Pada postingan kali ini, saya akan menjelaskan tentang Rangkaian Elektronika. Tentunya, pasti sudah pada tahu tentang rangkaian elektronika. Tapi tidak apa apa, saya akan menjelaskannya lagi.

Apa sih Rangkaian Elektronika itu? Rangkaian Elektronika adalah suatu rangkaian yang terdiri dari berbagai komponen elektronika yang tersusun sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sesuai keinginan.

Berikut contoh rangkaian elektronika sederhana :

Rangkaian-Listrik-Sederhana

Dan berikut ini merupakan contoh komponen elektronika :

Komponen-komponen elektronika

Rangkaian elektronika dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Rangkaian Terbuka

Intinya pada rangkaian terbuka, arus tidak mengalir dikarenakan suatu komponen tidak berhubungan dengan komponen yang lain.

2. Rangkaian Tertutup

Kebalikan dari rangkaian terbuka, pada rangkaian tertutup terdapat arus yang mengalir karena komponennya saling berhubungan.

Lalu pada rangkaian elektronika, dibagi menjadi 2 dalam susunan rangkaiannya, ada rangkaian seri dan paralel.

Berikut contoh dari rangkaian seri:gambar 1

 

Dan contoh dari rangkaian paralel:

Gambar-Rangkaian-Paralel

Cara menghitung besar hambatan, kuat arus, dan tegangan bisa menggunakan V=I.R dengan V adalah tegangan (volt), I adalah kuat(Ampere), dan R adalah hambatan (Ohm). Untuk menghitung hambatan total pada rangkaian seri, cukup menambahkan saja semua hambatannya, sedangkan pada rangkaian paralel, R total menjadi 1/R total, sehingga 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 … 1/Rn

 

Komponen Elektronika

Komponen Elektronika dibagi menjadi 2, ada komponen aktif dan komponen pasif.

Jenis-Jenis Komponen Elektronika

  1. Resistor (untuk menghambat dan mengatur kuat arus listrik)
  2. Kapasitor (berfungsi untuk menyimpan muatan listrik sementara)
  3. Induktor (pengatur frekuensi)
  4. Dioda (berfungsi menghantarkan arus listrik ke satu arah dari arah sebaliknya)
  5. Transistor (sebagai stabilisasi tegangan, modulasi sinyal, dll)
  6. IC (penguat, switching, pengontrol)
  7. Saklar/Switch (menghubungkan/memutuskan arus listrik)

Kode Warna Resistor

4-band

Kita dapat menghitung nilai resistor dengan melihat kode warna. Bagaimana cara menghitungnya? berikut contoh perhitungannya.Kode-Warna-Resistor-4-gelang

Sekian penjelasan singkat yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf bila banyak kekurangan dan kesalahan. Materi saya dapat dari praktikum Rangkaian Elektronika. Terimakasih kepada Asdos RE yang telah memberi materi yang luar biasa ini.

March 9, 2015

Hello world!

Filed under: Uncategorized — vaditto @ 9:44 am

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Powered by WordPress